MODEL
PEMBELAJARAN
1.
Konsep
Model Pembelajaran
Istilah
model diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya,
seperti globe adalah model dari bumi tempat kita hidup. Dalam konseks
pembelajaran, Joyce dan Weil (Udin S.Winataputra, 2001) mendefinisikan model
sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan
suatu kegiatan. Jadi, model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang
melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar
untuk mencapai tujuan belajar tertentu.
Untuk
memilih/menentukan model pembelajaran yang sesuai untuk peserta didik pada
jenjang pendidikan tertentu, perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan
peserta didik dan prinsip-prinsip belajar,(seperti kecepatan belajar, motivasi,
minat, keaktivan siswa dan umpan balik/penguatan), serta yang tidak kurang
pentingnya adalah bahwa pemilihan model-model pembelajaran seyogianya berbasis
pada pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada konsep pembelajaran
mutakhir
1. Istilah
“model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagainpedoman
dalam melakukan kegiatan.
2. Pada
pembelajaran istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual
yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan
pengalaman belajaruntuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model berfungsi
sebagai pedoman bagi pembelajar dalam merencanankan dan melaksanakan
aktivitas pembelajaran.
3. Model
dapat diartikan sebagai suatu pola yang digunakan dalam menyusunkurikulum, merancang
dan menyampaikan materi, mengorganisasikan pebelajar,dan memilih media dan
metode dalam suatu kondisi pembelajaran. Modelmenggambarkan tingkat terluas
dari praktek pembelajaran dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran,
yang digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategipengajaran, metode,
keterampilan, dan aktivitas pebelajar untuk memberikantekanan pada salah satu
bagian pembelajaran (topik konten).
2. Konsep
Model Pengembangan
Model pengembangan diartikan sebagai proses desain konseptual dalam upaya peningkatan fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui penambahan komponen pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas pencapaian tujuan (Sugiarta, 2007:11).
Pengembangan model dapat diartikan sebagai upaya memperluas untuk membawa suatu keadaan atau situasi secara berjenjang kepada situasi yang lebih sempurna atau lebih lengkap maupun keadaan yang lebih baik. Pengembangan disini artinya diarahkan pada suatu program yang telah atau sedang dilaksanakan menjadi program yang lebih baik.
Model pengembangan diartikan sebagai proses desain konseptual dalam upaya peningkatan fungsi dari model yang telah ada sebelumnya, melalui penambahan komponen pembelajaran yang dianggap dapat meningkatkan kualitas pencapaian tujuan (Sugiarta, 2007:11).
Pengembangan model dapat diartikan sebagai upaya memperluas untuk membawa suatu keadaan atau situasi secara berjenjang kepada situasi yang lebih sempurna atau lebih lengkap maupun keadaan yang lebih baik. Pengembangan disini artinya diarahkan pada suatu program yang telah atau sedang dilaksanakan menjadi program yang lebih baik.
3.
Perbedaan
Model Pembelajaran dengan Model Pengembangan
Modelpembelajaran adalah
suatu pola atau
perencanaan yang di
rancang untuk menciptakan pembelajaran
di kelas secara
efektif dan efisien
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Model pembelajaran dapat
dijadikan sebagai salah satu
cara untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran di kelas. Model pengembangan diartikan
sebagai proses desain konseptual dalam upaya peningkatan fungsi dari model yang
telah ada sebelumnya, melalui penambahan komponen pembelajaran yang dianggap
dapat meningkatkan kualitas pencapaian tujuan (Sugiarta, 2007:11).
4. Jenis-Jenis
Model Pembelajaran
Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Model Pembelajaran Kooperatif (Coorperative
learning) menurut Sofan Amri & Iif Khoiru Ahmadi, (2010:67) merupakan model
pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat
kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling
kerjasama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.
Beberapa Tipe
dari Model Pembelajaran kooperatif ini diantaranya yaitu :
a.
Role
Playing
Dalam buku Pembelajaran Kontekstual
(Komalasari : 2010) Model Pembelajaran Role Playing adalah suatu tipe Model
pembelajaran Pelayanan (Sercvice Learning). Model pembelajaran ini adalah suatu
model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan
penghayatan murid. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan murid
dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benada mati.
b.
Problem
Based Intruction (PBI)
Problem-based instruction adalah
model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi
keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik. Dalam
pemerolehan informasi dan pengembangan pemahaman tentang topik-topik, siswa
belajar bagaimana mengkonstruksi kerangka masalah, mengorganisasikan dan
menginvestigasi masalah, mengumpulkan dan menganalisis data, menyusun fakta,
mengkonstruksi argumentasi mengenai pemecahan masalah, bekerja secara
individual atau kolaborasi dalam pemecahan masalah.
c.
Mind
Mapping (Peta pikiran)
Mind mapping (peta pikiran)
merupakan cara mencatat yang menye- nangkan, cara mudah untuk menyerap dan
mengeluarkan informasi dan ide baru dalam otak (Buzan, 2007: 4). Mind mapping
menggunakan warna, simbol, kata, garis lengkung dan gambar yang sesuai dengan
cara kerja otak. Sugiarto (2004: 75) menyatakan bahwa, “mind mapping (peta
pikiran) adalah teknik meringkas bahan yang perlu dipelajari, dan memproyeksikan
masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau grafik sehingga lebih mudah
memahaminya.
Mind mapping merupakan teknik
penyusunan catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar
optimum. Caranya, mengga- bungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Dengan mind
mapping siswa dapat meningkatkan daya ingat hingga 78%. Peta pikiran memadukan
dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang.
d.
Change
of pairs (Tukar pasangan)
Model pembelajaran Bertukar Pasangan
termasuk pembelajaran dengan tingkat mobilitas cukup tinggi, di mana siswa akan
bertukar pasangan dengan pasangan lainnya dan nantinya harus kembali ke
pasangan semula/pertamanya.
e.
Group
Investigation
Group Investigationn merupakan salah
satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan
aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan
dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau
siswa dapat mencari melalui internet. Siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik
dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi.
Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam
berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Model Group
Investigation dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri.
Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai
tahap akhir pembelajaran.
f.
Group
to arround (keliling kelompok)
Model pembelajaran kooperatif tipe
go around sebenarnya adalah variasi dari model pembelajaran kooperatif tipe
group investigasi.
g.
Snowball
Throwing
Snowball secara etimologi berarti
bola salju, sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara
keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Menurut Saminanto, metode
pembelajaran Snowball Throwing disebut juga metode pembelajaran gelundungan
bola salju. Metode pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima
pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan
menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok.
Sedangkan menurut Kisworo metode
pembelajaran snowball throwing adalah suatu metode pembelajaran yang diawali
dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas
dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti
bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa
menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.
h.
Numbered
Heads Together
Number Head Together adalah suatu
Model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam
mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya
dipresentasikan di depan kelas.
Pembelajaran kooperatif tipe NHT
merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur
khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki
tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen
dalam Ibrahim (2000: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang
tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi
pelajaran tersebut.
i.
Student
Teams Achievement Divisions (STAD)
Pada model pembelajaran kooperatif
tipe STAD ini siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kecil yang disebut tim.
Kemudian seluruh kelas diberikan presentasi materi pelajaran. Siswa kemudian
diberikan tes. Nilai-nilai individu digabungkan menjadi nilai tim. Pada model
pembelajaran kooperatif tipe ini walaupun siswa dites secara individual, siswa
tetap dipacu untuk bekerja sama untuk meningkatkan kinerja dan prestasi timnya.
Model pembelajaran STAD lebih
menekankan kepada pembentukan kelompok. Kelompok yang dibentuk nantinya akan
berdiskusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Oleh karena itu model
pembelajaran STAD dapat membuat siswa untuk saling membantu dalam menyelesaikan
suatu permasalahan.
j.
Team
Game Tournament (TGT)
Model pembelajaran Teams Games
Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang
mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan
status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur
permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang
dalam pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) memungkinkan
siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab,
kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Model pembelajaran kooperatif tipe
TGT mirip dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tetapi bedanya hanya
pada kuis yang digantikan dengan turnamen mingguan (Slavin, 1994). Pada model
pembelajaran kooperatif ini, siswa-siswa saling berkompetisi dengan siswa dari
kelompok lain agar dapat memberikan kontribusi poin bagi kelompoknya. Suatu
prosedur tertentu digunakan untuk membuat permainan atau turnamen berjalan
secara adil. Penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe
TGT terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
k.
Jigsaw
Model Pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada
kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil, seperti yang diungkapkan Lie
( 1993: 73), bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model
belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri
atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama
salaing ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.
Dalam model pembelajaran jigsaw ini
siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah
imformasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasii,
anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan
bagian materi yang dipelajari, dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya (
Rusman, 2008.203).
l.
Model
Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
Model Pembelajaran Langsung (Direct
Instruction) merupakan salah satu model pengajaran yang dirancang khusus untuk
mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan
deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi
selangkah (Sofan Amri & Iif Khoiru Ahmadi, 2010:39).
Di samping itu,
model pembelajaran langsung ini pada dasarnya bisa dan sangat cocok diterapkan
apabila mendapati situasi yang memungkinkan di antaranya seperti berikut ini :
1.
Saat guru ingin mencoba
mengenalkan bidang pembelajaran baru.
2.
Saat guru ingin mencoba
mengajari keterampilan kepada siswa ataupun mengajari prosedur yang mempunyai
struktur jelas.
3.
Saat para siswa
mendapati kesulitan yang bisa diatasi dengan sebuah penjelasan terstruktur.
4.
Saat guru ingin
menyampaikan teknik tertentu sebelum para peserta didik melakukan kegiatan
praktek.
5.
Saat guru menginginkan
para siswa tertarik akan suatu topik.
m.
Model
Pembelajaran Terpadu
Model Pembelajaran Terpadu menurut
Sugianto (2009:124) pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran
yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari,
menggali, dan menemukan model yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan.
Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung,
sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi
kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya.
Menurut Fogarty
dalam bukunya How to Integrate the Curricula , ada 10 macam model pembelajaran
terpadu, seperti :
1)
The connected model
(model terhubung)
2)
The webbed model (model
jaring laba-laba)
3)
The integrated model (
model integrasi)
4)
The nested model (model
tersarang)
5)
The fragmented model (
model fragmen)
6)
The sequenced model (
model terurut)
7)
The shared model (
model terbagi)
8)
The threaded model
(model pasang benang)
9)
The immersed model
(model terbenam)
10)
The networked model
(model jaringan)
n.
Model
Pembelajaran Berbasis masalah (PBL)
Model Pembelajaran Berbasis masalah
(PBL) menurut Sugianto (2009:151) dirancang untuk membantu mencapai
tujuan-tujuan seperti meningkatkan keterampilan intelektual dan investigative,
memahami peran orang dewasa, dan membantu siswa untuk menjadi pelajar yang
mandiri.
o.
Model
Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition)
Model pembelajaran Cooperative
Integrated Reading and Composition-CIRC (Kooperatif Terpadu Membaca dan
Menulis) merupakan model pembelajaran khusus Mata pelajaran Bahasa Indonesia
dalam rangka membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran atau,tema sebuah
wacana/kliping.
Dalam pembelajaran CIRC atau
pembelajaran terpadu setiap siswa bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.
Setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide untuk memahami suatu konsep
dan menyelesaikan tugas (task), sehingga terbentuk pemahaman yang dan
pengalaman belajar yang lama. Model pembelajaran ini terus mengalami
perkembangan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga sekolah menengah.
Proses pembelajaran ini mendidik siswa berinteraksi sosial dengan lingkungan.
p.
Model
Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP)
Model Missouri Mathematics Project (
MMP ) merupakan suatu program yang di desain untuk membantu guru dalam hal
efektivitas penggunaan latihan – latihan agar siswa mencapai peningkatan yang
luar biasa. Latihan – latihan yang dimaksud yaitu lembar tugas proyek, dimana
pada saat kegiatan belajar mengajar guru memberikan tugas proyek kepada siswa
agar siswa dapat mengerjakan soal – soal tersebut dengan tujuan untuk membantu
siswa agar lebih mudah memahami materi yang dijelaskan oleh Guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar